Tindakan Pendukung Ahok Dikritik, Ini Pembelaan Pengacara

Tindakan Pendukung Ahok Dikritik, Ini Pembelaan Pengacara

Jakarta – Satu diantara Penasihat Hukum Basuki Tjahaja Purnama dengan kata lain Ahok, I Wayan Sudirta menyikapi kritikan berkaitan tindakan pendukung clientnya yang berjalan sampai malam di sebagian kota. Menurutnya tindakan itu dipicu oleh putusan vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang tidak umum.

I Wayan memohon pihak yang melemparkan kritik atas tindakan itu tak menyalahkan tindakan pendukung Ahok. ” Gejolak janganlah senantiasa disalahkan. Gejolak ini bukanlah dikarenakan, namun akibat. Akibat putusan yg tidak umum, putusan yang dipolitisasi, putusan yang karna penekanan, pro-kontra. Dahulu saat Pak Ahok jadikan tersangka, pendukungnya diam. Dituntut, masih tetap diam. Kok putusannya seperti begini?, ” kata Wayan selesai menghadiri diskusi bertopik Dramaturgi Ahok di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/5/2017).

Ia mengungkap sejak dari awal perkara penistaan agama diolah, berlangsung pro-kontra. Ada pihak yang terasa Ahok tak menistakan, serta ada pihak yang berasumsi berlangsung penistaan agama dalam pidato Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Menurutnya masalah Ahok dapat berlanjut ke persidangan karna desakan bermuatan politik.

” Tadi saya telah katakan, mulai sejak awal perkara ini memiliki kandungan pro-kontra. Perkara ini dapat lanjut serta ada tersangka karna desakan politik mengagumkan, ” tutur Wayan.

Desakan politik yang disebut Wayan yaitu tindakan demontrasi besar-besaran yang berlangsung sepanjang perkara bergulir. ” Karna demo-demo mengagumkan, hingga di Pengadilan Negeri juga ini didemo, ” sambung dia.

Ia juga menilainya putusan hakim pada clientnya didorong intervensi dari pihak luar yang inginkan Ahok dipenjara. Wayan mengharapkan supaya pihak yang mengintervensi, menghormati independensi hakim.

Baca Juga : Waktu Bung Karno Disajikan Katalog Lukisan 1/2 Telanjang di AS

” Hentikanlah remot politik dari luar untuk mengintervensi pengadilan. Kasihan pengadilan, kasihan juga hakimnya. Hakim itu tak asal-asalan. Namun bila dia ditekan, di mana-mana bila hakim ditekan, putusannya dapat sesat, ” tandas Wayan.

” Saya tak menyerang pengadilan, namun ini remot politik. Tokoh-tokoh janganlah menghimpit pengadilan, ” tutup dia.

Terlebih dulu MUI mengkritik tindakan simpatisan Ahok yang dinilai condong radikal karna tidak mematuhi Pasal 9 Th. 1998 mengenai Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat di Muka Umum.

Support by : Detik.com