Masalah Sarana Keamanan Capres, Komisioner KPU Perlu Input Pemerintah

                JAKARTA, Komisioner Komisi Penentuan Umum (KPU) Wahyu Setiawan menyebutkan, ketentuan keamanan calon presiden dalam kampanye juga akan ditata dengan detail dalam Ketentuan Komisi Penentuan Umum (PKPU). Sekarang ini, Ia mengharapkan pemerintah dapat duduk dengan mengulas dasar standard pengamanan calon presiden.

“Kami perlu pandangan pemerintah standard pengamanannya bagaimana serta ruangan lingkupnya seperti apa sajakah, ” kata Wahyu waktu didapati di Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Ia menyebutkan dalam pandangan KPU, satu diantara sarana yang menempel pada diri Presiden yaitu pengamanan.

“Jadi dasar KPU yaitu calon presiden petahana itu kan presiden, bahkan juga dia memiliki hak difasilitasi ya bila nyatanya pesawat kepresidenan itu sisi dari standard pengamanan ya sudah pasti kita beri, ” ucapnya.

“Sebaliknya bila itu bukanlah standard keamanan ya pasti juga tidak diijinkan, ” lanjut Wahyu.

Menurutnya, ada standard keamanan berlainan pada calon capres petahana. Satu diantaranya capres petahana mesti dikawal Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres.

Baca Juga : Bimanesh Ingin Rawat Novanto karna Tuntutan Profesi, Bukanlah Desakan

Walau sekian, Ia menyebutkan, kajian standard keamanan presiden harusnya selesai waktu Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Komisi II, pemerintah, KPU serta Bawaslu pada Senin (16/4/2018). Walau demikian, kajian itu dipending karna pemerintah berhalangan ada.

Gagasannya, RDP juga akan mengulas dua PKPU, yaitu mengenai pencalonan calon anggota legislatif serta pencalonan presiden – wapres.

Dikabarkan terlebih dulu, Senin (9/4/2018), Ketua KPU Arief Budiman menyebutkan, capres petahana diijinkan memakai pesawat kepresidenan untuk kepentingan kampanye.

Argumennya, pemakaian pesawat kepresidenan begitu terkait erat dengan pengamanan yang menempel pada kepala negara.

Ia menyebutkan, segalanya yang menempel dengan kepala negara, jadi bisa dipakai oleh capres petahana.

Support by : kompas.com