Khofifah Mundur dari Jabatan Menteri Setelah Penetapan Calon Gubernur Jatim

           JAKARTA, Wakil Presiden jusuf Kalla menyebutkan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga akan mundur dari jabatan menteri sesudah diputuskan KPU Jawa Timur jadi calon peserta Pilkada Jawa Timur 2018.

Menurut Kalla, pilihan Khofifah telah pas. Sesudah daftarkan diri jadi peserta pilkada, statusnya masih tetap jadi akan calon gubernur.

Pada Pilkada Jawa timur, Khofifah juga akan berpasangan dengan Emil Dardak.

” Bila dia (Khofifah) telah jadi calon, dia (Khofifah) juga akan minta mundur. Bila telah sah, ” kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (9/1/2018).

” Memanglah demikian harusnya, kan, baru akan calon gubernur. Bila akan calon kan belum juga calon. Bila telah diputuskan (calon) oleh KPUD baru dia mengundurkan diri, ” tuturnya.

Baca Juga : Dituduh Korupsi, Sebanyak 68 Pejabat Vietnam Diadili

Sesaat tentang Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang merangkap jabatan Ketua Umum Partai Golkar, menurut Kalla, tidak dapat disamakan dengan Khofifah.

” Bila jadi calon, dia (Khofifah) mesti ada di Surabaya, Jawa Timur, keliling-keliling. Tetapi, bila Ketua Umum Golkar kan tetaplah di Jakarta, ” tutur Kalla.

Menurut Kalla, kesibukan calon kepala daerah di Pilkada juga akan tambah lebih padat dari pada masalah kepartaian yang diemban pimpinan partai.

” Bila calon di Pilkada kan tambah lebih repot. Bila Ketua Umum Golkar sepengalaman saya masalahnya malam-malam. Jadi, tidak menganggu saat kerja, ” katanya.

” Tapi, bila calon mesti keliling ke mana-mana. Tidak mungkin bekerja jadi menteri. Dua-duanya dapat tidak berhasil. Tidak berhasil kerjakan pekerjaan kementerian serta tidak berhasil jadi calon. Maka dari itu harus ada satu pilihan, ” tutur Kalla.

Support by : kompas.com