Keadaan Rutan Sialang Bungkuk Memprihatinkan

Pekanbaru, Komisi III DPR RI me­lakukan kunjungan kerja ke Tempat tinggal Tahanan (Rutan) Kelas IIB, Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Selasa (16/5).

Kunjungan itu berkaitan ka­burnya beberapa ratus narapidana dari Rutan itu. Komisi III DPR RI sejumlah sem­bilan orang itu terasa prihatin sesudah lihat kon­disi Rutan Kelas IIB, Sialang Bungkuk, Pekanbaru

Ketua rombongan Komisi III DPR RI, M Nasir Jamil, mengatakan, dengan keadaan Rutan yang semestinya di­huni sejumlah 513 orang ha­rus menyimpan 1. 315 orang. Bahkan juga sebelumnya ada pemin­dahan tahanan jumlah peng­huni Rutan meraih 1. 800 lebih tahanan. “Kunju­ngan kami kesini dalam rencana bagaimana menghadapi, lalu lakukan perbaikan Ru­tan Kelas IIB, Sialang Bung­kuk, ” tutur M Nasir Jamil.

Diterangkan Politisi Partai PKS ini, waktu lihat blok-blok yang ada di Rutan Si­alang Bungkuk, terlihat terang keunggulan kemampuan. Serta diperparah lagi tahanan yang meraih kian lebih 1. 000 tahanan cuma dijaga oleh be­berapa orang petugas Rutan. Hingga tak seim­bang pada petugas Rutan dengan narapidana yang ada didalam tahanan.

“Harus disadari, jumlah penghuni dengan jumlah petugas men­jadi masalah. Permasalahan ini tidak cuma berlangsung disini saja, namun di Rutan yang lain. Karenanya kami kelak me­reko­menda­sikan ke kemen­terian, bagai­mana langkahnya supaya Lapas serta Rutan diim­bangi dengan petugas­nya, se­hingga dapat menghadapi peristiwa seperti ini tak terulang lagi, ” tegasnya.

Terbesar

Menurut Komisi III, pe­ris­tiwa yang berlangsung di Pe­kanbaru adalah yang pertama kalinya serta paling besar di Indonesia bahkan juga dunia, karna kaburnya beberapa ratus tahanan. Meskipun dari jum­lah yang meraih 400 lebih ta­hanan sepa­ruhnya telah ter­tangkap, serta ada yang men­yerahkan diri.

Baca Juga : Tim Kuasa Hukum: Tidak Ada Foto dan Suara Habib Rizieq dalam Chatting

“Ini yang pertama kalinya di Indonesia, bahkan juga paling besar didunia. Bahkan juga masih tetap ada 124 tahanan lagi diluar. Serta kami juga meng­apre­siasi aparat kepo­lisian, serta orang-orang yang turut mem­bantu mengamankan taha­nan yang kabur. Kita lihat telah ada bebrapa usaha untuk melindungi serta menet­ra­lisir Rutan ini tambah baik, ” katanya.

Disinggung tentang usaha dari DPR RI untuk menangani over kapa­sitas di Rutan Sialang Bungkuk ini, Nasir, mengatakan diper­lukan penam­bahan bangu­nan-bangunan.

Diluar itu persoalan kurang pro­fesio­nalnya pe­tugas, yang bikin beberapa tahanan jadi gampang ter­provokasi.

“Permasalahan ini me­ma­ng mesti dikerjakan se­cara menyeluruh serta ter­inte­grasi, termasuk juga menam­bah bangu­nan. Diluar itu ada persoalan lain yaitu regulasi, pro­fesiona­lis­menya, memanglah mesti di­evaluasi. Kita lihat ada pula regulasi-regulasi yang ke­mudian bikin beberapa ta­hanan, gampang terprovokasi serta berlangsung keja­dian kabur­nya beberapa tahanan, ” ung­kap­nya.

Untuk persoalan pungutan liar (pungli) dari petugas Rutan sebagai penyebabnya kaburnya beberapa ratus beberapa tahanan ini. Komisi III DPR RI seutuhnya menye­rahkan hal semacam itu pada kepo­lisian untuk menye­lesai­kannya. Tetapi ia mengharapkan pungli itu tak berlangsung lagi di Rutan serta Lapas.

Disamping itu, Wakil Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim, yang turut men­dam­pingi kunjungan Komisi III DPR RI, mengatakan, Peme­rin­tah Propinsi Riau siap mem­bantu apa sebagai prioritas di Rutan Sialang Bungkuk. Satu diantaranya menolong persoalan air, serta menambahkan ruang tahanan.

” Kekurangan air bersih, memanglah jadi satu diantara keluhan oleh tahanan. Dari dua sumur yang ada sekarang ini di Rutan, Pemprov merencanakan bakal me­ngang­garkan pembangunan empat sumur lagi. Pada intinya kita siap menolong. Kelak Insya Allah di peruba­han kelak kita anggarkan, ” tutur Wan Thamrin.

” Untuk menambahkan bangunan Ru­tan, jadi kewenangan pusat lewat APBN. Untuk tempat, Pemprov Riau siap menolong. Karna dibe­lakang pagar Rutan ada tempat pertanian punya Pem­prov. Itu dapat jadikan kelak, bila dibutuhkan, ” kata Wan Tham­rin.

Support by : harian analisa