JAKARTA – Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay tidak bisa meneruskan debutnya di arena Youth Olympic Games 2018 (YOG) yang sekarang tengah berjalan di Buenos Aires, Argentina. Pada pertandingan perempat final, Ikhsan kalah di tangan Lakshya Sen (India), dengan score 17-21, 19-21.

Ikhsan mengakui tidak bermain dalam tampilan terbaik. Pemain kelahiran Tomohon, 15 Januari 2000 ini berusaha untuk tampil lebih baik di game ke-2. Akan tetapi kesalahan-kesalahan sendiri yang dikerjakannya di akhir game, membuat tidak bisa perpanjang permainan.

“Di game pertama saya main kurang tenang, di beberapa poin akhir saya seringkali tergesa-gesa ingin mematikan lawan. Saya berusaha untuk main lebih tenang di game ke-2, saya sudah sempat unggul, tetapi waktu saya coba menyerang, serangan saya tidak tembus. Saya banyak membuat kekeliruan di game ke-2,” kata Ikhsan pada Badmintonindonesia.org.

“Keunggulan lawan ialah pukulan sambungannya cukuplah cepat, waktu ia berjalan dari belakang lantas maju ke depan. Sedang dari saya, ada banyak yang perlu diperbaiki, serangan, pertahanan dan ketenangan mesti ditingkatkan lagi,” ucapnya.

Kekecewaan tentu saja dirasa Ikhsan waktu dia harus kehilangan peluang untuk menyumbangkan medail buat team Indonesia. “Jika sedih, pastinya sedih, waktu kalah, saya hanya dapat diam. Saya berfikir jika ini ialah tahun paling akhir saya bermain di kelas junior serta saya tidak dapat memberi yang terunggul untuk Indonesia. Mudah-mudahan saya dapat mendapatkan hasil yang lebih baik di WJC (World Junior Championships)” papar Ikhsan yang akan berlaga di WJC pada bulan kedepan di Toronto, Kanada.

Indonesia petrnah memperoleh medali perunggu dari cabang berolahraga bulutangkis di arena Youth Olympic Games (YOG) 2014. Waktu itu pebulutangkis Anthony Sinisuka Ginting persembahkan medali perunggu sesudah menaklukkan pebulutangkis asal India, Aditya Joshi, 21-17, 21-16.

Di YOG 2018, Ikhsan ikut bermain di nomer beregu yang anggota grupnya dipastikan oleh panitia penyelenggara YOG. Ikhsan mewakili team Sigma serta bermain tunggal putra menantang Nguyen Nhat dari Irlandia, Ikhsan ditaklukkan dengan score 22-33.

Sedang di nomer ganda putra, Ikhsan bermain bersama dengan Cristian Savin dari Republik Moldova, mereka ditundukkan pasangan Nguyen Nhat/Kettiya Keoxay (Irlandia/Laos) dengan score 47-55. Ikhsan juga turun menjadi ganda ke-2 bersama dengan Dennis Koppen (Belanda) dan harus menerima kekalahan atas Christopher Grimley/Kettiya Keoxay (Inggris/Laos), dengan score 106-110.

Baca Juga : Belasan Pasangan Suami Istri Bakal Bertarung dalam Pilkades Serentak 

Tidak hanya Ikhsan, Indonesia ikut kirim pemain putri Maharani Sekar Batari. Di nomer perseorangan, dia berhenti di set penyisihan group C dari Goh Jin Wei (Malaysia), dengan score 11-21, 15-21.

Pada laga beregu, Maharani yang ada di group Zeta, menuai kemenangan atas Madelaine Caren Akoumba Ze (Kamerun), dengan score 22-12. Turun menjadi tunggal ke-2, Maharani dikalahkan Wang Zhiyi (Tiongkok), dengan score 75-77.