Hubungan kerja dengan China Janganlah Hingga Korbankan Kedaulatan NKRI

Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam menilainya Indonesia mesti miliki daya tawar serta positioning yang kuat dalam hubungan kerja ekonomi dengan China. Hal semacam ini diutarakan berkaitan Konferensi Tingkat Tinggi Belt and Road Komunitas (BRF) Initiative barusan diadakan di Beijing beberapa waktu terakhir.

Menurut dia, inisiasi China ini mempunyai urusan untuk mengamankan perdagangan luar negerinya. Apabila China dapat mengamankan jalinan ekonomi di negara-negara peserta BRF, jadi dengan kata lain China bakal kuasai jalur perdagangan Asia Tenggara serta Asia Tengah yang selanjutnya menghadap ke Uni Eropa.

“Sikap Indonesia dalam hadapi manuver-manuver serta kebijakan ekonomi perdagangan blok-blok kemampuan ekonomi, seperti dahulu TPP serta saat ini BRF ini, yaitu mesti cermat memakai kesempatan serta janganlah ingin jadi sub-ordinat beberapa inisiator yang pastinya mempunyai kebutuhan semakin besar, ” kata dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat, (19/5).

Baca Juga : Masjid Istiqlal Gelar Bazar Sepanjang Ramadan

Politisi PKS ini menyatakan Indonesia baiknya bukan sekedar jadi subordinat yang sangat mungkin jalur laut serta hawa jadi lokasi kekuasaan China.
“Kita janganlah jadi subordinat mereka hingga jalur laut serta hawa kita dikuasai mereka. Seperti lokasi Selat Malaka yang lebih didominasi oleh Singapura, walau sebenarnya beberapa besar masuk lokasi Indonesia, ” papar legislator dapil Jawa Barat III ini.

Ecky memberikan, pemerintah harus juga menegaskan sikapnya pada permasalahan Laut Cina Selatan dalam hubungan dengan ASEAN serta kedaulatan Indonesia. Indonesia sepatutnya mempunyai posisi serta daya tawar yang tinggi dalam alur maritim hubungan kerja BRF ini.

“Kita mesti hati-hati, jangan sampai kebutuhan ekonomi sebentar yang berbentuk sweetener bukanlah fundamental jadi mengorbankan kedaulatan NKRI dalam permasalahan laut China Selatan, ” pungkas Ecky.

Support by : posmetro