Hindari Pencemaran, Beberapa ratus Warga Rote serta Wisatawan Bersihkan Pantai Nemberala

              KUPANG, Beberapa ratus warga Desa Nemberala, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), beramai-ramai bersihkan Pantai Nemberala, Sabtu (28/4/2018).

Tindakan bersih sampah di pantai yang mempunyai ombak paling baik untuk beberapa peselancar dari mancanegara ini digagas oleh Balai Konservasi Lokasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang.

Tindakan itu juga dibarengi oleh Kepala Dinas Perumahan, Lokasi Permukiman serta Lingkungan Hidup Kabupaten Rote Ndao, Leksy N Foeh, Camat Rote Barat Petson Hangge, dan Kepala Desa Nemberala Bernad Lenggu.

Diluar itu, tampak juga seseorang wisatawan asing asal Australia bernama Mike turut berbaur dengan beberapa ratus warga memungut sampah.

Kepala BKKPN Kupang Ikram Sangadji menyebutkan, tindakan bersih sampah itu untuk menghindar terjadinya pencemaran di Pantai Nemberala.

Menurut Ikram, Desa Nemberala serta sekelilingnya adalah satu diantara desa yang mempunyai potensi pariwisata alam perairan di Kabupaten Rote Ndao, Propinsi NTT.

Bila masuk lokasi ini, sebut Ikram, begitu merasa ketidaksamaan dari desa yang lain, baik dari pengaturan lingkungan ataupun kehidupan orang-orangnya.

Baca Juga : Di Surakarta, Jamaah Umrah Tidak Bisa Menanti Lebih dari 6 Bulan

Keindahan serta estetika bawah laut serta pemandangan sunset dan potensi gelombangnya jadikan Nemberala jadi satu diantara tujuan paling utama turis mancanegara untuk snorkeling, diving, serta selancar.

Terkecuali potensi komperatif pariwisata alam perairan yang di dukung beragam akomodasi hotel serta restoran, dan keadaan sosial budaya, orang-orang makin memerlihatkan Nemberala jadi tujuan pariwisata alam perairan yg tidak kalah dengan tujuan wisata yang lain.

Terkecuali potensi pariwisata alam perairan, Desa Nemberala serta sekelilingnya adalah penghasil rumput laut terkecuali Sumba Timur serta Kabupaten Kupang.

” Akan tetapi, beragam kesibukan pemakaian ruangan laut untuk kesibukan ekonomi baik pariwisata serta budidaya rumput laut, dan penangkapan ikan hasilkan persoalan di laut. Salah nya ialah sampah rumah tangga serta sampah plastik serta kaleng sisa, dan bahan cemar dari kesibukan kapal yang buang bahan bakar serta pelumas sisa ke laut, ” tuturnya.

Diluar itu, masih tetap ramainya kesibukan destructive fishing di sekitaran perairan Rote Barat adalah persoalan pengelolaan lokasi konservasi perairan nasional.

Support by :  kompas.com