JAKARTA – Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengungkap isi pertemuan pada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono Selasa (12/7/2018) kemarin.

Menurutnya, dalam pertemuan yang berjalan didalam rumah SBY di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan itu, Airlangga lakukan lobi supaya Demokrat serta Golkar dapat berkoalisi.

Tetapi, koalisi itu baru dikerjakan jika Airlangga tidak diambil menjadi calon wapres untuk Joko Widodo.

” Narasi yang sebenernya itu. Airlangga Hartarto mohon SBY supaya Demokrat bersedia jadi koalisi cadangan bersama dengan Golkar bila Airlangga tidak jadi Cawapres (Jokowi), ” kata Andi Arief waktu dihubungi Kompas. com, Kamis (12/7/2018).

Partai Demokrat sekarang ini mempunyai 10, 19 % kursi di DPR, sesaat Golkar kantongi 14, 75 %. Jika berkoalisi, kursi ke-2 parpol telah melalui prasyarat ambang batas penyalonan presiden sebesar 20 %.

Walau demikian, menurut Andi, SBY tidak menjawab keinginan Airlangga itu. Menurutnya, Demokrat tetap harus lihat dinamika politik yang akan berlangsung.

” Akan kita saksikan kemungkinan-kemungkinannya apakah sangat mungkin menang ataukah tidak. Akan disaksikan siapa yang akan diserahkan capres-cawapres, baik oleh Golkar ataupun Demokrat, ” kata Andi.

Andi menyatakan, terkecuali Agus Harimurti Yudhoyono yang sampai kini dielu-elukan oleh beberapa kader, Demokrat juga masih tetap mempunyai banyak figur lainnya. Contohnya saja, bekas Gubernur Jawa Timur Soekarwo serta Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi.

Baca Juga : Indonesia Kalah, Malaysia Melaju ke Final Piala AFF U-19

” Prinsipnya koalisi alternatif Demokrat-Golkar mungkin berlangsung serta kami memandang langkah Golkar logis untuk menggandeng Demokrat, ” kata dia.

Masih tetap cairnya dinamika koalisi parpol mendekati Pilpres 2019 bikin peta koalisi support capres belumlah menuju kata final.