Ray Charles Robinson merupakan salah satu musisi dan penulis lagu terhebat yang dipunyai oleh Amerika Serikat (AS).

Musisi asal Albany, Georgia, tersebut dikenal sebagai pelopor soul. Yakni jenis musik yang menggabungkan gospel, rhythm and blues, dan jazz.

Karya-karya Charles yang dikenal antara lain Hit the Road Jack, Georgia on My Mind, I Can’t Stop Loving You, maupun Unchain My Heart.

Dia juga membintang beberapa film. Di antaranya Ballad in Blue, The Blues Brothers, maupun Blue’s Big Musical Movie.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah biografi dari musisi yang dijuluki sebagai “Bapak Musik Soul” tersebut.

1. Masa Muda
Lahir di Albany pada 23 September 1830, Charles merupakan anak dari Bailey Robinson, seorang mekanik, dan Aretha Williams, petani biasa.

Saat kecil, Charles menunjukkan ketertarikan terhadap mesin. Dia sering memperhatikan tetangganya memperbaiki mobil maupun mesin pertanian mereka.

Namun, adalah musik yang kemudian menjadi tujuan hidupnya, setelah pada usia tiga tahun dia mendengar musik genre boogie woogie di kafe milik Wylie Pitman.

Pitman mengajari Charles bermain piano, dan di kemudian hari menerima dia dan ibunya di Red Wng Cafe saat mereka mengalami kesulitan finansial.

Pada usia empat tahun, dia mulai mengalami kehilangan penglihatan. Tiga tahun kemudian, dia buta diduga akibat glaukoma.

Sempat tertekan, Charles sekolah di lembaga pendidikan khusus tunanetra dan tunarungi di St Augustine, Florida, antara 1937-1945.

Di sana, dia mengembangkan talenta bermusiknya. Di bawah bimbingan guru bernama Lawrence, Charles belajar musik klaik mulai dari Bach hingga Beethoven.

Charles muda sangat menggemari genre musik jazz, blues, dan country. Selain itu, dia juga belajar keras menguasai musik Braille.

Baca Juga : Nadal Ragu Tampil di Wimbledon

Dia menunjukkan kebolehannya bermain piano dan lagu populer ketika sebuah komunitas bernama South Campus Literary Society menggelar acara.

Kemudian saat perayaan Halloween maupun ulang tahun George Washington, dia menyanyikan lagu gubahannya sendiri, Jingle Bell Boogie.

Pada usia 14 tahun, ibunya meninggal dunia yang membuatnya sangat terpukul. Dalam sebuah wawancara, dia menyebut kematian ibu dan adiknya adalah sebuah tragedi.

Setelah pemakaman, Charles kembali ke St Augustine. Namun, dia lalu dikeluarkan karena berbuat jahil kepada gurunya.