Bimanesh Ingin Rawat Novanto karna Tuntutan Profesi, Bukanlah Desakan

                   JAKARTA, Dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, menyanggah kalau aksi medis yang dikerjakannya pada bekas Ketua DPR RI Setya Novanto saat kecelakaan pada 16 November 2017, karna desakan.

Ia menyebutkan, melayani pasien adalah tuntutan profesinya jadi dokter.

” Itu tanggung jawab saya jadi dokter untuk merawat pasien, itu tanggung jawab profesi, ” tutur Bimanesh, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (16/4/2018).

Bimanesh menyebutkan, ia cuma bertindak untuk mengecek keadaan kesehatan Novanto, terutama berkaitan penyakit dalam.

Ia juga mengajak dokter beda yang mengatasi sisi saraf. Sesaat, kata Bimanesh, untuk surat rawat sampai pemesanan kamar adalah masalah rumah sakit, bukanlah masalahnya.

Terlebih, kata dia, statusnya yang cuma dokter tamu tidak mempunyai kewenangam membawa pasien serta pesan kamar.

” Saya tidak dapat menyuruh pasien segera dirawat ke lantai tiga tanpa ada lewat IGD. Itu tanggung jawab dokter IGD karna mewakili kepala rumah sakit, ” kata Bimanesh.

Bimanesh menyebutkan, Kepala Instalasi Kritis Darurat Rumah Sakit Medika Permata Hijau Michael Chia Sinar menampik memasukkan Novanto ke IGD.

Baca Juga : Polisi Check 5 Saksi Berkaitan Kematian Pengunjung Diskotek Exotic

Bahkan juga, menurutnya, Michael yang memerintahkan supaya Novanto dirawat di unit umum.

Oleh karenanya, Bimanesh menyanggah semua dakwaan jaksa penuntut umun karna tidak cocok dengan peristiwa sesungguhnya.

Menurutnya, tidak mungkin dianya buat surat hasil visum terkecuali apa yang dihadapi pasien.

” Saya ini kan telah 38 th. jadi dokter. Dapat bayangin, masa saya menyimpang dari rutinitas keseharian? Mustahil lah, ” kata Bimanesh.

Dalam masalah ini, Bimanesh diputuskan jadi tersangka dengan bekas pengacara Novanto, Fredrich Yunadi atas sangkaan menghadang penyidikan.

KPK terlebih dulu membuka ada sangkaan persekongkolan pada keduanya dalam perlakuan medis Novanto waktu kecelakaan.

Saat mobilnya alami kecelakaan, Novanto segera masuk ke ruangan rawat inap kelas VIP serta bukanlah ke unit kritis darurat.

Sebelumnya kecelakaan, Fredrich disangka telah datang lebih dulu untuk bekerjasama dengan pihak rumah sakit.

Satu diantara dokter di RS itu juga mengakui ditelepon seorang yang disangka pengacara Novanto yang punya maksud butuh menyewa satu lantai RS.

Walau sebenarnya, waktu itu belum juga di ketahui Novanto juga akan dirawat karna sakit apa.

Support by :kompas.com