GROBOGAN – Ada yang menarik dalam pelaksanaan penentuan kades ( pilkades) serentak di Grobogan yang gagasannya akan diselenggarakan bulan November 2018 yang akan datang.

Yaitu, terdapatnya belasan pasangan suami istri (pasutri) yang akan berkompetisi dalam bursa pilkades.

Dalam pelaksanaan pilkades serentak kesempatan ini ketentuannya memang tidak ada calon tunggal. Berarti, calon peserta pilkades tidak bisa lagi dipertemukan dengan kotak kosong seperti pilkades kemarin.

Berkaitan ketentuan itu, banyak petahana yang kesusahan memperoleh lawan. Terpenting, beberapa petahana yang kapasitasnya dipandang baik oleh penduduk.

Karena tidak ada pesaingnya, beberapa petahana yang mencalonkan diri lagi ini sangat terpaksa ajukan istrinya menjadi lawan.

Diluar itu, ada pula yang ajukan anak atau kerabatnya untuk mendaftarkan jadi peserta pilkades supaya tidak berlangsung calon tunggal.

Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti, menjelaskan, berdasar pada ketentuan daerah (perda) yang mengendalikan mengenai kades, telah dipastikan minimum calon ada dua orang serta maksimumnya lima orang.

“Sesuai dengan ketentuan, tidak ada calon tunggal atau musuh kotak kosong. Optimal calonnya ada lima orang dalam Pilkades ini,” jelas Daru pada Kompas.com, Kamis (11/10/2018).

Daru mengemukakan, pada pelaksanaan pilkades serentak ini telah masuk tingkatan penarikan undian nomer urut. Satu hari awal mulanya, panitia desa telah mengambil keputusan calon masih peserta pilkades.

Dalam penentuan calon masih di beberapa desa memang ada nama yang nyatanya ialah pasutri. Hal tersebut memang diijinkan sama dengan ketentuan yang diputuskan.

“Saat penuhi kriteria yang dipastikan, tidak jadi masalah bila ada suami istri yang maju jadi peserta Pilkades,” tuturnya.

Menurut Daru, jumlahnya pelamar pilkades pada step awal ada 639 orang. Sesudah diseleksi administrasi serta tes tercatat, banyaknya berkurang jadi 629 orang.

Pelaksanaan pilkades direncanakan dilangsungkan dalam dua gelombang. Pilkades gelombang pertama diskedulkan pada 22 November 2018. Ada 222 desa yang waktu jabatan kadesnya selesai pada bulan Oktober 2018 sampai Maret 2019.

“Pada gelombang pertama, terdaftar beberapa kepala desa yang waktu jabatan baru selesai Maret 2019. Tapi, pelaksanaan pilkadesnya dimajukan di akhir 2018. Untuk pelantikan 222 kepala desa kelak akan dikerjakan bertepatan pada bulan Maret 2019,” tuturnya.

Baca Juga : Kapitra Ampera Ultimatum Amien Rais Minta Maaf kepada Kapolri

Mengenai pilkades gelombang ke-2 ditujukan buat 51 desa yang waktu jabatan kadesnya selesai sesudah bulan Maret 2019. Pengerjaannya, direncanakan akhir tahun 2019.

Untuk pelaksanaan pilkades, Pemkab Grobogan telah membagikan biaya lewat APBD sejumlah Rp 4 miliar.

Dana itu nanti ditujukan untuk membiayai kepentingan pilkades seperti pembuatan bilik nada, surat nada, serta honor panitia.