Beberapa ribu Orang-orang Larut Dalam Aktivitas Budaya Sadar Bencana

          Garut – Pengetahuan orang-orang pada bencana bertambah penting mulai sejak tsunami Aceh 2004. Tetapi pengetahuan itu belum bertambah jadi sikap serta tingkah laku keseharian. Perihal ini pula yang kerapkali mengakibatkan korban bencana masih tetap tinggi. Budaya sadar bencana mesti selalu disosialisasikan.

Kepala Pusat Data Info serta Humas Tubuh Nasinal Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, orang-orang memanglah mesti memiliki sejenis saving self atau penyelamatan pada dianya. Kesadaran pada keadaan real sebagai negara riskan gempa, sekurang-kurangnya bisa menanamkan kesiapan mental pada diri orang-orang untuk menghadapinya.

” Menumbuhkan budaya sadar bencana ini utama karna jadi sisi dalam wujudkan orang-orang yang tangguh bencana. Budaya dalam orang-orang adalah satu system kultural yang dengan cara automatis terus-menerus ditanam serta diwariskan, ” kata Sutopo, seperti ditulis Analisadaily. com, Minggu (21/5).

Dijelaskannya, satu diantara bentuk sosialisasi budaya sadar bencana yaitu lewat edukasi ” BNPB Mengajar ” serta pendekatan kearifan lokal dengan gelar kesenian rakyat. Budaya sadar bencana orang-orang Garut masih tetap cukup rendah. Disisi lain Garut yaitu daerah riskan multi bencana yang komplit seperti banjir, longsor, gempa, tsunami, erupsi gunung api, kekeringan, kebakaran rimba serta puting beliung.

” Luasnya lokasi Garut, disparitas yang tinggi serta masih tetap banyak kemiskinan mengakibatkan resiko bencana tinggi, ” katanya.

Baca Juga : Mabes Polri Yakinkan Pontianak Aman serta Tak Ada Bentrok

BNPB Mengajar di gelar di SDN Giriawas 03, Kampung Babakan Jolok, Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat (20/5) tempo hari. Materi yang didapatkan diantaranya terkait dengan potensi bencana di daerah Garut berbentuk film animasi serta dongeng yang gampang di terima, diingat serta bikin anak-anak tertarik.

Saat malam harinya BNPB mengadakan kesenian tradisional wayang golek, dengan Dalang Opik Sunandar Sunarya Giriharja 3 di Alun-alun Bayongbong, Garut. Sosialisasi budaya sadar bencana diselipkan dalam narasi wayang golek. Beberapa ribu orang-orang Garut ada serta larut dalam sosialisasi ini.

” Kesenian tradisional adalah media yang efisien dalam sosialisasi orang-orang di pedesaan. Orang-orang gampang terima pesan kebencanaan, ” sebut Sutopo.

Bupati Garut, Rudi Gunawan dalam sambutan menyampaikan, ” Pemda serta orang-orang Garut mengemukakan terima kasih atas perhatian serta pertolongan BNPB. Waktu banjir bandang Garut pada 30/9/2016 yang mengakibatkan 36 orang wafat, 17 orang hilang serta beberapa ribu tempat tinggal rusak sudah menyadarkan kita utamanya mitigasi bencana. Orang-orang mesti selalu di beri sosialisasi bencana. ”

Sutopo memberikan, Garut adalah daerah yang mempunyai potensi bencana komplit, dari mulai bencana banjir, longsor, gunungapi, gempabumi, kebakaran rimba dsb. ” Oleh karena itu kita mesti tingkatkan kesiapsiagaan serta menumbuhkan kesadaran bencana. Lewat kesenian tradisional, dengan gampang orang-orang memperoleh hiburan sekalian edukasi bencana, ” sebutnya.

Pendekatan seni serta kearifan lokal untuk tingkatkan Budaya Sadar Bencana, sesuai dengan kesenian daerahnya semasing serta sekalian menggerakan ekonomi lokal seperti pedagang.

” Aktivitas ini adalah aktivitas teratur BNPB tiap-tiap tahunnya. Th. ini kami bakal mengadakan di empat tempat, pertama di Garut ini, lalu Blora, Purworejo serta Trenggalek, ” tuturnya lagi.

Diinginkan dengan sosialisasi ini budaya sadar bencana bertambah di orang-orang. Kita masih tetap kerap meremehkan segi resiko bencana dalam kehidupan keseharian.

Support by : Harian Analisa