JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, bukanlah dianya yang melanjutkan project enam ruas tol dalam kota. Ia menyebutkan project itu sudah di ambil alih pemerintah pusat sesudah ia di pastikan jadi gubernur Jakarta.

” Kampanye kami usai 15 April. Kami menang. project ini di ambil alih oleh pemerintah pusat lewat Perpres Pergantian Nomer 58 th. 2017 tanggal 15 Juni 2017, ” kata Anies di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (13/7/2018).

Ia mengaku, waktu berkampanye ia mengatakan tidak melanjutkan project enam ruas tol dalam kota itu. Ia mempertanyakan apakah penolakannya itu memengaruhi pengambilalihan project dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat.

” Adakah hubungan karena gubernurnya baru saat itu serta gubernurnya berpandangan tak perlu melanjutkan project enam ruas jalan tol, ini naik jadi program strategis nasional? Kita saksikan saja, ” tutur Anies.

Waktu di tanya apa ia akan bicara dengan Presiden Joko Widodo tentang penolakan project enam ruas tol dalam kota, Anies mengakui tidak akan mengungkapkannya.

” Saya tidak katakan belakang monitor hingga semuanya usai, ” tutur Anies.

Megaproyek itu sudah digagas mulai sejak Sutiyoso jadi gubernur DKI. Pengembangan tol dibagi dalam empat babak serta gagasannya usai pada 2022.

Baca Juga : Kronologi Penangkapan Anggota DPR di Rumah Dinas Mensos Idrus oleh KPK

Enam ruas tol dengan keseluruhan 69, 77 km. ini terbagi dalam Semanan-Sunter selama 20, 23 km., Sunter-Pulo Gebang 9, 44 km., serta Duri-Pulo Gebang-Kampung Melayu 12, 65 km..

Lalu, Kemayoran-Kampung Melayu 9, 6 km., Ulujami-Tanah Abang 8, 7 km. serta Pasar Minggu-Casablanca 9, 16 km..